Norwegia Targetkan Bebas Karbon 2020
TEMPO Interaktif, Norwegia:
Norwegia mendeklarasikan target menjadi negara pertama yang netral karbon (carbon neutral) dan memotong emisi gas rumah kaca hingga nol pada 2050.
Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg, mempromosikan langkah negaranya untuk memicu langkah yang sama dari negara kaya lainnya.
Dihadapan partai Buruh, Stoltenberg menyatakan efek gas rumah kaca merupakan masalah lingkungan yang sangat berbahaya dan Norwegia bertanggungjawab untuk mengambil langkah mendesak.
"Settiap ton gas rumah kaca yang dihasilkan harus diimbangi dengan penurunan yang ekuivalen di mana saja. Perhitungan ini menjadi emisi nol," kata Stoltenberg seperti dikutip Guardian, hari ini.
Protokol Kyoto mengatur kewajiban negara maju untuk menurunkan emisi gas rumah kaca secara bertahap. Negara maju yang merupakan negara industri menjadi penghasil emisi gas rumah kaca, seperti CO2, CH4, N2O, HFCs, PFCs, SF6. Salah satu komitmennya adalah target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 5,2 persen pada periode 2008 - 2012 dari posisi tahun 1990.
Penurunan efek gas rumah kaca dikenal dengan proyek mekanisme pembangunan bersih (clean development mechanism/CDM). Proyek penurunan emisi dan penyerapan karbon dilakukan di negara berkembang dengan kompensasi imbalan dana segar dari negara maju. Di Indonesia hingga kini ada 11 proyek yang terdaftar untuk mendapatkan kompensasi CDM.
Menurut Stoltenberg, pemerintahnya akan menajamkan langkah penurunan efek gas rumah kaca untuk mengejar target kewajiban Protokol Kyoto sebesar 10 persen dalam periode sampai 2010 dan menurunkan 30 persen hingga periode 2030.
Selain Norwegia, Inggris menargetkan penurunan emisi 60 persen hingga tahun 2050, California sebesar 80 persen, sementara Eropa target memangkas emisi 20 persen hingga 2020 dan 30 persen bila negara lain melakukan penurunan yang sama.
Meski target Norwegia disambut baik, namun kritik muncul yang menilai perbaikan iklim akan lebih baik apabila Norwegia menghentikan produksi minyak dan gas yang selama ini menjadi penyebab efek gas rumah kaca.
"Langkah itu (penurunan emisi karbon) sebaiknya dilakukan di dalam negeri daripada menggunakan kekayaan dari minyak untuk mengatasi ini," ujar anggota Greepeace. Norwegia bertanggungjawab atas 500 juta ton emisi akibat ekpor gas dan minyak.
Yuliawati
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Dunia
- Album Pribadi Tsar Rusia Ditemukan di Museum Kecil
- Rumah Barbie di Berlin Diprotes Aktivis Feminisme
- Tersangka Bom Boston Dendam ke Amerika
- Amerika Serikat dan Turki Menekan Suriah
- Arab Saudi Resmi Larang Twitter
- Armin Wertz, Kontributor Tempo, Ditahan di Suriah
- Amerika Minta Taiwan dan Filipina Damai













