Berita Terkait
Presiden: Memang Saya Takut
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai merespon kritik lawan politiknya yang menyebut dirinya penakut, sering ragu-ragu, dan tidak tegas. Di depan ratusan jemaah Majlis Taklim Kwitang di Mesjid Ar Riyad, Jakarta, Presiden mengatakan, "Memang saya takut," katanya. Tapi, Presiden melanjutkan, "Saya takut pada Allah.”
Sebagai pemimpin, kata dia, dirinya takut mengambil keputusan yang melanggar Tuhan. Selain itu Yudhoyono juga menyatakan takut mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan satu atau dua pihak tertentu, apalagi kepentingan dirinya dan keluarganya. “Saya takut membuat katabelece yang menghasilkan KKN baru.”
Selain itu Presiden juga menyatakan takut melanggar Undang-Undang Dasar 1945, dan ketentuan perundangan lainnya. Sebab, katanya, seorang pemimpin tidak boleh melanggar konstitusi dan aturan lain hanya agar disebut berani.
Meskipun dirinya menjadi pemimpin negeri ini, dia tidak pernah mengangap dirinya adalah negara seperti yang dianut negara-negara fasis dan tiran. “Meski saya seorang pemimpin, saya adalah bagian dari negara,” ujarnya.
Namun, Yudhoyono menegaskan bahwa dirinya tidak pernah takut menindak koruptor di muka hukum. “Ini perjuangan keadilan yang luar biasa," katanya. Begitu juga dengan kebijakannya melunasi hutang kepada International Monetery Fund (IMF). “Ini untuk kepentingan rakyat dan bukan kepentingan saya,” katanya.
Dalam kesempatan itu Presiden juga menyatakan tidak pernah takut menindak mereka yang bersalah. Bahkan ketidaktakutannya dia tunjukkan dalam mengambil kebijakan yang tidak populer seperti menambah anggaran pendidikan, kesehatan, dan pengembangan usaha kecil menengah. “Kebijakan pemerintah itu harus rasional, tidak emosional,” ujarnya. Sutarto | Badriah