Berita Terkait
Agum Penentu Lolosnya Sarwono
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Suara partai gurem yang tergabung Forum Lintas Partai menjadi penentu bagi lolosnya Sarwono Kusumaatmaja menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Namun, persetujuan pelimpahan suaranya tergantung persetujuan dari Agum Gumelar. “Kalau Agum tak mendapat tiket, maka kebijakan untuk melimpahkan suara dorum sepenuhnya di tangan Agum,” ujar Meidi Juniarto, koordinator forum itu kepada Tempo, Ahad (22/4).
Sebab jika tidak menggandeng suara dari forum, Sarwono tetap tidak bisa mencalonkan diri karena hanya 11,2 persen suara dukungannya. Suara tersebut merupakan gabungan dari suara Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa. Sehingga masih kurang 4 persen supaya lengkap 15 persen sebagai syarat pendaftaran mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta, pada 25 Mei nanti.
Sementara ini forum gabungan 13 partai gurem punya 4 persen suara. Ke-13 partai itu di antaranya PNI Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Patriot Pancasila, Partai Pelopor, Partai Persatuan Daerah (PPD), PKP Indonesia, dan Partai Merdeka.
Meidi menjelaskan, alasan dorum menyerahkan keputusan pengalihan suara ke Agum karena selama ini sangat loyal membina forum maupun ormas-ormas. “Belum ada figur yang seperti Agum, yang memperhatikan partai-partai kecil,” ungkap Meidi yang juga ketua DPW Partai Patriot Pancasila Jakarta itu.
Namun, jika Agum nantinya setuju forum dilepas, bukan berarti langsung ke Sarwono. “Bisa saja dukungan FLP diberikan kepada Adang Daradjatun ataupun Fauzi Bowo, tapi dengan kebijakan Pak Agum,” tandas Meidi.
Seperti diberitakan, PKB dan PAN kuat mendukung Sarwono Kusumaatmaja yang saat ini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah menjadi calon gubernur Jakarta. Namun, sejumlah petinggi partai yang berbasis warga Nahdlatul Ulama dan Muhamaddiyah itu mengaku masih membutuhkan suara dari partai gurem supaya bisa tembus 15 persen.
Jika berhasil, Sarwono dapat dipastikan menjadi calon baru gubernur Jakarta. Sarwono bakal bersaing ketat dengan Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun. Adang kini diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan Fauzi dari Koalisi Bersama yang dipelopori PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PPP
Yudha Setiawan