Kepala BIN Minta Polisi Buka Percakapan Telepon


TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar meminta polisi membuka isi percakapan telepon antara Pollycarpus Budihari Priyanto dan Deputi V BIN Muchdi Purwopradjono. ”Kan sudah dibawa ke Amerika. Kalau memang ada, saya minta polisi buka. Kalau ada hasilnya buka saja, apa sulitnya,” kata Syamsir sebelum sidang kabinet di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa(24/4).

Dari fakta di pengadilan, telah terjadi 41 kontak telepon antara Pollycarpus dengan telepon seluler milik Muchdi. Muchdi mengakui nomor telepon yang dihubungi Pollycarpus itu miliknya. Akan tetapi dia membantah melakukan pembicaraan dengan Pollycarpus.

Syamsir menegaskan tidak akan menghalagi polisi memeriksa anggota BIN yang diduga terlibat dalam kasus kematian Munir. "Kasus Munir itu urusan polisi. Kami siap bantu polisi dalam kasus Munir," ujarnya.

Aktivis HAM Munir meninggal di atas pesawat Garuda tiga tahun lalu. Munir meninggal akibat diracun. Polisi sampai saat ini terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Mantan pilot Garuda Pollycarpus yang didakwa membunuh Munir sempat divonis 14 tahun tapi dibebaskan oleh MA. Pollycarpus hanya dinyatakan memalsukan surat tugas.

Polisi saat ini menetapkan dua orang mantan pejabat Garuda sebagai tersangka kasus ini. Menurut Syamsir, polisi sampai saat ini belum memeriksa anggota BIN.

Sutarto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terkait

Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X