Bank Asing Kurang Mendukung Perekonomian


TEMPO Interaktif, Jakarta:Perbankan nasional yang mulai dikuasai asing, mengurangi peran perbankan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, fokus perbankan saat ini cenderung ke sektor konsumsi ketimbang investasi. Untuk itu, bank sentral meminta bank-bank asing berperan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. "Bankir asing sebaiknya juga berpartisipasi pada pembiayaan, tidak hanya terbatas pada konsumsi," kata Burhanuddin dalam sambutan pembukaan kongres nasional Ikatan Bankir Indonesia (IBI) di Hotel Four Seasons Jakarta.

Bank asing, kata dia melanjutkan, seharusnya juga berperan dalam pembiayaan modal kerja dan investasi. Akibatnya lapangan kerja akan bertambah dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Burhanuddin berjanji, bank sentral tidak akan membatasi kegiatan usaha bank asing. Tapi Bank Indonesia tetap akan memberi arahan dalam ketenagakerjaan dan bisnis bank asing.

Tak hanya mengkritisi bank asing, Burhanuddin juga menyayangkan sikap perbankan nasional yang masih pasif menyalurkan kredit. Para bankir dinilai belum mampu menjawab harapan dan ekspektasi masyarakat. Akibatnya penyaluran kredit perbankan akhir-akhir ini cenderung rendah dan tidak mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia secara optimal.

Penurunan jumlah kredit belakangan ini membuat persepsi masyarakat terhadap kalangan perbankan negatif. Masyarakat menilai etika mendahulukan kewajiban untk memenuhi kepentingan sosial yang seharusnya dimiliki para bankir telah diabaikan.

SURYANI IKA SARI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terkait

Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X