PDI Perjuangan Tidak Mengajukan Satu Namapun untuk Reshufle


TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih untuk tetap konsisten pada posisinya sebagai partai oposisi dalam rangka reshuffle yang akan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. PDI Perjuangan berencana untuk tidak mengajukan satu nama pun.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung, pada acara Ulang Tahun PDI Perjuangan yang ke-34 di Stadion Olah Raga, Veldrome, Rawamngun Jakarta Timur, pagi tadi (29/04).

Menurut Pramono, sebagai partai oposisi, PDI P tetap akan mengendorse kepada Presiden RI agar melakukan pendekatan miretokrasi, yaitu pendekatan yang benar-benar dilakukan untuk mencari kemampuan yang dibutuhkan. Jangan sampai reshuffle dilakukan hanya sebagai bentuk akomodasi politik atau tekanan partai politik pendukung.

Pramono juga mengatakan reshuffle dilakukan bukan untuk mengakomodasi “orang-orang yang sakit jantung”, tidak mempunyai dukungan politik, ataupun tersangkut masalah hukum. Karena pada saat ini, menurut Pramono masyarakat membutuhkan sebuah lompatan baru dalam pemerintahan cabinet ini yang hayan berusia beberapa tahun lagi. “Saat ini masyarakat membutuhkan suatu momen “big bang” dalam tubuh pemerintahan kabinet ini,” ujarnya.

Pramono juga menambahkan apabila dalam reshuffle nanti ada sosok menteri baru yang tidak mengetahui seluk beluk departemennya sendiri, ataupun politikus yang ada tidak diketahui sepak terjangnya maka akan membutuhkan waktu lama lagi bagi dia untuk belajar. “Minimal orang-orang yang telah memiliki kemampuan lah,” ujarnya.

Bila hal itu terjadi, maka kemungkinan untuk mewujudkan harapan masyarakat bagi lompatan besar dalam tubuh pemerintahan ini tidak akan terjadi, “apalagi masyarakat saat ini sudah berpikir, tahun 2009 sudah pemilu lagi,” ujarnya. Sekjen PDIP itu juga mengharapkan, Presiden berani untuk mengambil langkah reshuffle, namun tetap dalam pendekatan miretokrasi.

Cheta Nilawaty

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO