Berita Terkait


Awak Bus Solo–Yogyakarta Mogok Beroperasi

TEMPO Interaktif, Solo:Sekitar 200 sopir bus berikut armadanya pagi ini mogok operasi. Awak bus jurusan Solo–Yogyakarta ini menyoal fasilitas keselamatan kerja yang belum dipenuhi perusahaan.

Akibat mogok, calon penumpang menumpuk di Terminal Tirtonadi Solo, serta di sejumlah tempat pemberhentian bus. Aparat pemerintahan dan kepolisian mengerahkan kendaraan untuk mengangkut mereka.

Menurut Heru, salah seorang kru armada bus jurusan Solo-Yogya, aksi mogok tersebut dilakukan untuk mendesak aparat agar perusahaan memberikan perlindungan keselamatan kerja karena selama ini mereka terancam awak bus lain. "Kami juga meminta kejelasan aturan, karena selama ini yang berlaku hokum rimba,” ujarnya.

Mereka, kata Heru, juga menyoal perselisihan yang dimaksud adalah kejadian penganiayaan yang menimpa Bowo, salah satu kru bus Gotong Royong. Dia dikeroyok meski sudah melarikan diri dan meminta perlindungan ke petugas terminal. “Kami hanya menjalankan kendaraan satu kali jalan terus berhenti operasi,” kata Heru.

Rencananya setelah setelah seluruh kru bus bumel Solo-Yogyakarta berkumpul mereka akan melakukan konvoi ke Balaikota Solo. Aksi mogok kru bus Solo-Yogyakarta ini mendapat dukungan dari kru bus Solo-Surabaya yang ikut menggelar aksi solidaritas dengan tidak menjalankan kendaraannya.

Kepala Subdinas Lalu Lintas Solo Edy Hatmoko mengatakan pihaknya mengerahkan 20 kendaraan ditambah dengan kendaraan dari intansi lain serta memindahkan sejumlah bus trayek lain untuk mengangkut penumpang tujuan Yogyakarta.

Imron Rosyid