Berita Terkait



Penipu Gus Dur Ditangkap Polisi

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya kemarin menangkap bos perusahaan GoldQuest yang dilaporkan telah menipu mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Iya sudah kami tangkap," kata Kepala Satuan Reserse Mobile Komisaris Reza Calvin Gumay saat dihubungi Tempo, tadi malam.

Namun, Reza enggan mengungkapkan kronologi dan detail penangkapan. "Nanti saja, Bos. Sekarang sedang digeledah," kata Reza seraya menutup teleponnya.

Sebelumnya, Gus Dur beserta 48 orang lainnya melaporkan perusahaan tersebut karena merasa tertipu oleh praktek perusahaan penjual koin GoldQuest. Terdapat empat nama petinggi GoldQuest yang buron karena penipuan di Filipina, yaitu Vijayeswaran Vijaratnam (chief executive), Joseph Bismark (direktur), dan dua petinggi lainnya, Donna Marie Imson dan Tagumpay Kintanar. Saat ini GoldQuest sedang mengadakan konvensi internasional di Jakarta Convention Center. Konvensi berlangsung sejak 1 Mei lalu sampai 7 Mei mendatang.

Menurut salah satu orang dekat Gus Dur yang mengaku mendapat kabar dari Interpol, keempat orang itu ditangkap di Jakarta Convention Center pada pukul 20.00 dan kemudian dibawa ke kamar mereka di lantai 17 Hotel Hilton. Setelah itu, keempatnya dibawa ke Markas Polda Metro.

Menurut sumber tersebut, kasus ini bermula saat perusahaan itu menawarkan membuat koin emas berwajah bekas presiden itu. Tawaran tersebut bersambut karena Gus Dur tertarik pada janji bahwa 1 persen dari total penjualan akan disisihkan untuk kegiatan amal. Anggota staf Gus Dur itu pun berhubungan dengan pihak PT GoldQuest Indonesia. Pada 2004, seorang fotografer ternama diminta memotret Gus Dur. "Untuk desain di koin emas," kata sumber tersebut.

Pada 6 Oktober 2004, GoldQuest mengirimkan contoh desain wajah Gus Dur di koin emas melalui e-mail. Surat itu melampirkan tiga desain cetakan. Ketiganya menampilkan Gus Dur hingga dada, mengenakan peci. Di bagian atas desain koin tertulis "Abdurrahman Wahid", sementara di bagian bawah tertulis "Be Yourself". Motto ini pilihan Gus Dur sendiri.

Namun, setelah itu, tak ada kelanjutan sejak contoh desain dikirim. Ketika anggota staf tersebut menanyakan ke perusahaan itu, jawaban yang diterima adalah, "Koin Gus Dur tak laku." Pihak Gus Dur merasa dicurangi. "Banyak yang menginginkan koin itu. Sudah ada pihak yang memastikan akan memesan," ujar si anggota staf.

Dua hari lalu Tempo sebenarnya telah meminta waktu Vijayeswaran untuk mengkonfirmasi hal ini. Namun, Celia Ferrer, Manajer Komunikasi Global V-Team Management, yang menyelenggarakan konvensi itu, mengatakan Vijay sudah tak ada di balai konvensi. Dia berjanji mengatur wawancara dengannya. "Jadwal (Vijay) padat. Apalagi dia seorang dato," kata dia.

l IBNU RUSYDI | REZA M | REH ATEMALEM SUSANTI