Pembelian Kembali Indosat Dinilai Tak Perlu

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembelian kembali (buyback) saham PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) yang dimiliki ST Telemedia dianggap belum perlu dilakukan karena pemerintah tidak mempunyai dana.

Komisaris Indosat Setyanto P. Santosa mengatakan, saat ini zaman globalisasi yang tidak membedakan pihak yang menguasai kepemilikan saham sebuah perusahaan. Karena itu, siapa pihak yang menguasai Indosat, investor asing atau pemerintah, bukan sesuatu yang penting lagi. "Pemilik itu ignore (bisa diabaikan). Siapa pun boleh yang penting dia bisa mengembangkan usaha," katanya kepada wartawan di Jakarta Convention Centre, Kamis (3/5).

Pernyataan itu menanggapi kemungkinan pemerintah membeli kembali saham Indosat, dengan bekerja sama dengan Altimo Alfa Group, perusahaan asal Rusia.

Menurut dia, nasionalisme tidak bisa hanya dilihat dari penguasaan saham, tapi seberapa besar perusahaan menggunakan sumber daya dalam negeri. Dalam industri telekomunikasi, katanya, penggunaan sumber daya dalam negeri masih sedikit, misalnya perangkat jaringan mau pun Base Transceiver Station (BTS) semuanya masih berasal dari luar negeri. "Jadi nasionalismenya seharusnya berada pada penggunaan perangkat, bukan kepemilikan," ujarnya.

Kendati pemerintah menguasai kepemilikan mayoritas suatu perusahaan, tapi ternyata seluruh perangkatnya berasal dari luar negeri. "Kalau sudah begitu manfaatnya buyback apa?," kata dia.

Dia juga menegaskan bahwa belum ada kabar dari Temasek untuk melepaskan kepemilikan sahamnya di Indosat kepada pihak lain, termasuk Altimo.

Eko Nopiansyah