Berita Terkait
Merpati Belum Siap Penuhi Panggilan Kejaksaan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pihak Merpati Nusantara Airlines mengaku belum siap untuk memenuhi panggilan kejaksaan agung terkait kasus pengadaan pesawat Boeing 737-400 dan 500 dari perusahaan lessor di Amerika Serikat
"Perlu ada pengaturan dokumen yang akan di bawa agar nanti tidak ada kekurangan dan kami juga perlu melakukan sistematisasi dokumen tersebut berdasar kronologis kejadian," kata Sekretaris Perusahaan PT Merpati Nusantara Airlines Irvan Harijanto ketika dihubungi Tempo Selasa (8/5).
Menurut Irvan, perihal pengunduran waktu pemeriksaan sudah diberitahukan kepada pihak Kejaksaan Agung. Merpati, kata dia, siap dipanggil minggu depan. "Mengenai persisnya kapan, pihak kejaksaan belum memberitahukan, tetapi panggilan kejaksaan ditunda sampai minggu depan," ujarnya.
Surat Kejaksaan yang diterima Jumat (4/5), ujar dia, meminta agar satu orang komisaris, dan 5 orang karyawan Merpati untuk datang memenuhi panggilan Kejaksaan pada Selasa (8/5). "Ini terlalu mepet, kami perlu mengumpulkan dokumen agar pada saat pemeriksaan semuanya clear," katanya.
Namun, menurut Irvan, setelah dilakukan klarifikasi, dari pihak Merpati sebenarnya di panggil satu komisaris dan 3 karyawan di bagian pengadaan pesawat. "Dua orang yang lainnya bukan orang Merpati, saya tidak tahu karena namanya tidak terdapat di data karyawan," ujar Irvan.
Data yang tengah dipersiapkan, ujar Irvan, termasuk semua dokumen tentang penyewaan pesawat Boeing ke Thirdstone Aircraft Leasing Groups (TALG) Inc dan dokumen tentang permintaan pihak Merpati agar dana placement of security deposit sebesar US$ 1 juta dikirimkan MNA ke rekening TALG dikembalikan. "Alasannya pun akan kami beberkan, ini proses bisnis biasa," kata dia.
Pihak Merpati, kata dia, akan menjelaskan bahwa penyewaan pesawat ini tidak ada unsur penyalahgunaan prosedural. Keterlambatan pesawat, ujar dia, semata-mata karena kondisi fluktuatif yang tidak diduga sebelumnya. "lessor meminta harga sewa dinaikkan, tetapi kami menolak karena sesuai kontrak harganya seperti itu, akibatnya pesawat datang terlambat," ujar dia.
Mengenai langkah ke depan, menurut Irvan, pihak Direksi tetap akan mendatangkan 10 pesawat Boeing 737 hingga Agustus 2007. Merpati akan menggandeng lessor lain untuk melakukan ini. "Kami akan usahakan dengan lessor lain, kalau dengan TALG kami sedang konsentrasi agar dana deposit kembali selanjutnya kami akan beralih ke yang lain," kata dia.
Adapun, Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan, mengaku pihaknya akan selalu siap jika pihak kejaksaan melakukan panggilan atas kasus pengadaan dua pesawat Boeing ini. Hotasi mengaku belum mengetahui kalau sudah ada panggilan kejaksaan terhadap pihaknya Selasa ini. "Nggak ada tuh bos, tetapi kalau ada panggilan kami selalu siap," ujar dia singkat.
Anton Aprianto