BRI Bagikan Dividen Rp 2,1 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) membagikan dividen sekitar Rp 2,1 triliun atau sebesar 50 persen dari total laba bersih tahun buku 2006. Dengan demikian tiap lembar saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp 172,33.
"(Dividen) ini akan secepatnya dibayar, mudah-mudahan pada bulan ini," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI, di gedung BRI I Jakarta, Selasa (22/5).
Menurut Sofyan, RUPST yang dihadiri pemegang saham 80,18 persen dari total saham juga menyetujui penggunaan laba sebagai cadangan umum perseroan dan cadangan tujuan perusahaan, masing-masing 20 persen. "Sedangkan sebesar 0,51 persen atau Rp 21,29 miliar akan dipakai sebagai tantiem untuk direksi, komisaris dan sekretaris komisaris," tuturnya.
Selain itu, untuk program kemitraan dan program bina lingkungan, RUPST memutuskan masing-masing mendapatkan dana sebesar 2 persen dari laba bersih. Sisanya, sebesar 5,49 persen akan dijadikan laba ditahan.
Dalam RUPST kali ini, juga telah menetapkan kembali Bunasor Sanim sebagai Komisaris Utama dan Sofyan Basir sebagai Direktur Utama. "Sedangkan Mulia P Nasution yang mengundurkan diri dari anggota Komisaris, digantikan oleh Agus Suprijanto," ujar Sofyan.
Sepanjang tahun 2006, BRI membukukan laba bersih Rp 4,26 triliun, atau naik 11,79 persen dari tahun sebelumnya Rp 3,809 triliun. Adapun pendapatan bunga hingga akhir tahun lalu mencapai mencapai Rp 21,071 triliun, tumbuh 22,12 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 17,254 triliun.
Wahyudin Fahmi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
- Pembunuh Tentara Dituntut 14 Tahun 6 Bulan Penjara
- Dua Kakek Bersaing Menjadi Pendaki Everest Tertua
- Gita Wirjawan Rajin ke Daerah, Bekal Nyapres?
Berita Utama Bisnis
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013














