MedcoEnergi Targetkan Pelepasan Saham Sarulla Selesai Agustus


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT MedcoEnergi International Tbk mentargetkan pelepasan 25 persen saham proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla di Sumatera Utara ke Kyushu Electric Power Inc selesai bulan Agustus.

"Hingga saat ini sudah mencapai tahap negosiasi dan diskusi soal harga," kata Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro, ketika dihubungi Tempo melalui telepon, Senin (22/5) malam.

Namun, dia enggan menyebutkan berapa nilai transaksi yang diinginkan MedcoEnergi dari pelepasan sebagian saham pada proyek senilai US$ 600 juta (sekitar Rp 5,4 triliun) tersebut. "Saya belum bisa memberitahukan berapa nilainya sekarang, karena (transaksi) belum selesai," ujarnya.

Hilmi pun memastikan bahwa rencana pelepasan sebagian saham itu bisa membuat proyek Sarulla berjalan lebih baik. "Karena Kyushu merupakan pemain dunia yang memiliki spesialisasi di geothermal (panas bumi)," tutur dia.

Presiden Direktur PT Medco Power Indonesia, anak usaha MedcoEnergi yang mengurusi proyek Sarulla, Fazil E. Alfitri menjelaskan bahwa posisi Kyushu adalah sebagai strategic partner. "Selain sebagai pemilik, Kyushu juga akan membantu mengoperasikan pembangkit, termasuk menerjunkan para ahlinya," kata Fazil kepada Tempo.

Selain itu, lanjut Fazil, pelibatan Kyushu Electric Power juga merupakan langkah untuk memenuhi syarat dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebagai penyedia dana. "Karena dengan adanya pendanaan dari JBIC, disyaratkan dalam proyek juga harus melibatkan perusahaan Jepang," tutur dia.

Pembangunan proyek Sarulla yang memiliki kapasitas 330 MW (mega watt) oleh MedcoEnergi bersama Itochu Corp. (Itochu) dari Jepang dan Ormat Technologies, Inc. (Ormat) dari AS dilakukan dalam tiga tahap. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai tahun 2010, sedangkan tahap kedua dan ketiga diperirakan kelar awal dan akhir 2011.

Setiap tahap pembangunannya menghabiskan dana US$ 200 juta (Rp 1,8 triliun), dengan masing-masing tahap mampu memproduksi listrik sekitar 110 MW. Sumber pendanaan 30 persen dari nilai total investasi akan menggunakan dana internal perseroan. Sisanya sebesar 70 persen merupakan pinjaman kepada JBIC dan Overseas Private Investment Corporation (OPIC).

Proyek Sarulla dimiliki, antara lain, Medco sebesar 62,5 persen, Itochu (Jepang) 25 persen, dan Ormat 12,5 persen. Walaupun MedcoEnergi melepaskan 25 persen saham di proyek Sarulla, perusahaan ini tetap akan menjadi mayoritas dengan sisa kepemilikan sebesar 37,5 persen.
Wahyudin Fahmi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X