Topik
Keluarga Widjanarko Diam-diam Gelar Ruwatan di Solo
TEMPO Interaktif, Solo:Keluarga Mantan Direktur Bulog, Widjanarko Puspoyo, diam-diam menggelar prosesi ruwatan di Solo. Informasi yang diterima Tempo, ruwatan yang terkesan dirahasiakan itu digelar di sebuah rumah di kawasan Brengosan, Solo, Kamis (24/5).
"Ruwatan itu hanya dihadiri keluarga Widjanarko serta beberapa kerabat dan tertutup. Yang memimpin seorang ulama Kraton Surakarta. Dari keluarga Pak Widjanarko yang datang lima orang," ungkap sumber Tempo yang enggan disebut namanya, Jum’at (25/5).
Prosesi ruwatan itu bertepatan dengan wuku kelahiran Widjanarko yakni Rabu Pon. "Sebagai simbol yang diruwat adalah Pak Widjanarko ada secarik kertas bertuliskan Widjanarko Puspoyo di taruh diatas nasi tumpeng ruwatan," tambah dia yang turut hadir dalam ruwatan tersebut.
Tanpa mau menyebutkan nama anggota keluarga Widjanarko yang hadir, sumber tadi menambahkan prosesi ruwatan dimaksudkan untuk mendoakan dan memberi ketabahan baik terhadap Widjanarko Puspoyo secara pribadi maupun anggota keluarganya yang lain.
Sementara itu secara terpisah, ahli pawukon Jawa, KRH Darmodipuro, Jum’at (25/5) mengatakan, pihaknya juga ikut mendengar adanya acara ruwatan yang diadakan keluarga Widjanarko yang berada di Solo itu.
"Sebelumnya keluarga Pak Widjanarko yang ada di Solo memang sempat konsultasi dengan saya soal ruwatan itu, namun saya tidak bisa menjelaskan disini. Karena memang hanya untuk keluarga, bukan untuk konsumsi umum," katanya.
KRH Darmodipuro yang akrab disebut Mbah Hadi menambahkan, Widjanarko Puspoyo memiliki wuku Tolu, lahir pada hari Rabu Pon yang memiliki arti simbolis lakuning rembulan, bumi kapetak.
"Sepertinya itu bisa diterjemahkan sesuai karier Widjanarko yang semula terang seperti rembulan, namun belakangan meredup karena tersandung masalah korupsi," kata Mbah Hadi.
Anas Syahirul





