Operator Lalai, Slot Orbit Melayang


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah mengajukan pendaftaran kembali slot orbit 150,5 Bujur Timur (BT) ke pemegang otoritas telekomunikasi dunia, International Telecommunication Union (ITU). Sebab ITU telah mencabut slot orbit satelit itu sejak 2005.

Direktur Kelembagaan Internasional Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Ikhsan Baidirus, mengatakan ITU menilai Indonesia tidak mampu memanfaatkan slot orbit itu sehingga dicabut dari Indonesia.

Satelindo yang sebelumnya diberikan hak mengelola slot orbit itu tidak punya rencana yang jelas. Sejak Satelindo bergabung dengan PT Indosat Tbk., rencana pengembangan satelit semakin menghilang. Sebab ketika itu Indosat hanya fokus di seluler.

Kehilangan slot orbit ini sangat memilukan, karena kebutuhan transponder satelit Indonesia masih tinggi, yaitu sekitar 120-140 transponder. Saat ini yang tersedia hanya 80 transponder satelit.

Kebutuhan transponder ini untuk kepentingan penyiaran, telekomunikasi, dan internet. Untuk seluler, Indonesia membutuhkan delapan satelit yang berkapasitas 24-48 transponder. Tapi slot orbit yang tersedia hanya lima slot hingga 2010.

Eko Nopiansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X