69 Persen dari Populasi Pria di Indonesia Perokok


TEMPO Interaktif, Jakarta:Dari total populasi pria di Indonesia, 69 persen di antaranya perokok. Persentasi tersebut paling tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia seperti Cina 53,4 persen, India 29,4 persen, dan Thailand 39,3 persen.

Data tersebut disampaikan Menaldi Rasmin, dokter
spesialis penyakit paru dalam acara "Smoking=Addicting" di Plaza Senayan Arcadia, Rabu (30/5). "Saya ambil dari data terakhir dari WHO 2001," katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, sekitar 12,77 persen perokok mulai menghisap nekotin sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kendati berdasarkan penelitian merokok akan membunuh satu miliar orang selama abad 21, Milaldi mengatakan, 25 persen dari total perokok yakin tidak akan pernah berhenti merokok.

Dalam Varenicline Asian Consumer Research, survei yang
dilakukan secara simultan di 4 negara tadi terungkap 48 persen perokok di Indonesia menghabiskan 11 - 20 batang rokok per harinya. Sekitar 12 persen menghabiskan 21 - 30 batang per hari dan 4 persen mengisap lebih dari 30 batang tiap hari. Sedangkan hanya 12 persen saja yang merokok 1 - 5 batang perhari dan 24 persen yang mengisap 6 - 10 batang.

Untuk menghentikan kebiasaan merokok, tidak cukup dengan niat saja. Keluarga dan lingkungan punya peran yang penting. "Bahkan jika perokok sudah mengalami ketergantungan, klinik dan pengobatan menjadi hal yang sangat penting," katanya.

Reh Atemalem Susanti

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X