United Tractors Akan Akuisisi Empat Tambang Batubara


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT United Tractors Tbk. melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara berencana mengakusisi empat tambang batubara skala menengah di wilayah Kalimanatan Timur dan Selatan pada tahun ini. Saat ini, perseroan sudah melakukan due dilligence yang ditargetkan kelar akhir tahun.

Menurut Presiden Direktur United tractors, Djoko Pranoto, perseroan berharap minimal bisa mengakuisisi satu tambang. Namun, Djoko masih enggan untuk menyebutkan tambang mana saja yang sudah dijajaki oleh perseroan.

Akan tetapi, lanjut Djoko, perseroan mentargetkan untuk mengakuisisi tambang batubara yang telah memiliki deposit minimal 20-30 juta ton. "Kalau sampai tidak dapat, akan kami mencari lagi," kata Djoko, pada acara Indonesia Investor Forum 2 di Jakarta Convention Center, Rabu (30/5).

Sedangkan dana akuisisi, sebesar 30 persen akan menggunakan ekuiti perseroan. Sisanya akan berasal dari pinjaman bank, baik dari bank lokal maupun asing.

Selain akuisisi tambang batubara, Pamapersada juga berencana mengakuisisi tambang nikel. "Namun sejauh ini, perseroan baru pada tahap awal pencarian," tutur Djoko.

Djoko mengatakan bahwa tambang akan dipilih yang berlokasi di wilayah Sulawesi Selatan. Alasannya adalah tambang nikel di wilayah tersebut memiliki deposit yang relatif besar.

Pada April 2007, Pamapersada telah menuntaskan proses akuisisi tambang batubara dengan total nilai US$ 85 juta. Target produksi tambang ini sebesar 3 juta ton per tahun.

Pada triwulan I tahun 2007, United Tractors yang bergerak di bisnis alat-alat berat ini mencatat laba bersih Rp 3,7 triliun. Jumlah ini naik tipis dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,5 triliun. "Peningkatan laba bersih didorong dari peningkatan penjualan alat berat komatsu oleh divisi Mesin Konstruksi," ujar Djoko.

Sepanjang tahun 2007, perseroan mentargetkan pendapatan dan laba bersih dapat tumbuh sebesar 20-25 persen. Pertunbuhan itu diperkirakan akan didukung oleh peningkatan penjualan alat berat.

Wahyudin Fahmi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X