Topik
Kasus Sidney, Sutiyoso Merasa Dilecehkan
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso merasa dilecehkan oleh petugas Australian Federal Police (AFP) yang telah memasuki kamarnya tanpa pemberitahuan dan mengetuk pintu kamarnya hotel tempat di menginap di Sydney kemarin. Sutiyoso diminta datang ke pengadilan Negara Bagian South Wales untuk diminta kesaksiaannya seputar tewasnya wartawan asing di Balibo Timur-Timor.
"Saya sangat marah atas kasus itu," kata Sutiyoso di kantornya Jakarta hari ini. Sutiyoso saat itu datangi oleh AFP yaitu Detective Sergeant Thomas dan Detective Senior Constable Scrzvens dari Coronial Investigation Team New South Wales Police Australia yang sudah berada di dalam kamarnya.
"Atas tindakan itu saya meminta petugas AFC keluar dari kamar saya," ujarnya. Selanjutnya Sutiyoso menelepon Mentri luar negeri dan membatalkan semua acara di Sidney.
Kunjungan Sutiyoso ke Sidney karena diundang New South Wales (NSW) Australia untuk menghadiri Premier Of New South Wales yang di pimpin oleh Morris Lemma. Undangan itu dijadwalkan dua hari, mulai 28-29 Mei 2007. Dia disambut secara resmi protokoler oleh NSW karena dianggap sebagai tamu negara. "Seharusnya hari ini saya masih di Canberra dan berencana pulang besok," ujarnya.
Terhadap insiden tersebut, Sutiyoso mengatakan pemerintah Australia harus meminta maaf. Bila permintaan maaf tidak terealisasi, Sutiyoso mengatakan akan memikirkan kembali hubungan Australia secara bilateral termasuk kerja sama Sister City.
Dalam kasus itu, Sutiyoso dikaitkan dengan peristiwa pembunuhan 5 wartawan asing pada 1975 di Balibo Timur Timor. "Peristiwa itu sudah dijelaskan oleh mantan Menteri Pertahanan Yunus Yosfiah," katanya. Dalam peristiwa itu Sutiyoso mengaku tidak berada di Balibo bersama pasukannya.
Zaky Almubarok Indrawan