Muhammadiyah Siap Menjadi Mediator Komunikasi Politik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan Muhammadiyah siap menjadi mediator komunikasi politik antarpemimpin pemerintahan, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan. Pernyataan Din itu disampaikan saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Sabtu (2/6).
"Muhamadiyah bersedia menjadi mediator dan punya rencana jadi mediator sesuai tujuan Muhamadiyah sebagai perekat bangsa ini," kata Din Syamsudin. Menurut dia, komunikasi politik antarpemimpin itu diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman. Komunikasi politik diperlukan juga untuk mentransformasikan energi konflik menjadi energi kebersamaan dalam membangun bangsa.
"Kita tidak perlu membuang energi secara sia-sia untuk hal-hal yang tidak perlu," ujar Din. Konflik antarpemimpin itu, katanya, hanya akan mendapatkan tepuk tangan dari khalayak ramai.
Din mengatakan dalam pertemuan itu ia tidak membicarakan mengenai kasus dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan yang menjadi pemicu konflik antara Mantan Ketua Muhammadiyah Amin Rais dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan di Istana Negara itu berlangsung sekitar 30 menit, di mulai pukul 13.30 WIB.
Dalam pertemuan itu Presiden Yudhoyono juga meminta Muhammadiyah berperan lebih luas dalam memajukan bangsa. "Muhammadiyah dan organisasi massa jangan hanya tampil pada gerakan pendidikan dan kesehatan, tapi juga tampil sebagai gerakan ekonomi," ujar Presiden Yudhoyono seperti disampaikan Din Syamsuddin. Pemerintah, kata Din, siap mendukung gerakan ekonomi yang dilakukan Muhammadiyah.
Din juga melaporkan kegiatan organisasinya di luar negeri, antara lain simposiun Alliance of Civilization di Aukland, Selandia Baru, dan Konferensi Asia untuk Agama dan Perdamaian di Manila, Filipina. Menurut dia, kegiatan ini turut serta menjaga citra Indonesia. Presiden mendukung diplomasi Indonesia tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga lewat peran serta civil society seperti Muhammadiyah. Sutarto
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Nasional
- Istana: SBY Tak Silau oleh Penghargaan ACF
- WHO Diminta Tak Pangkas Anggaran ke Asia Tenggara
- Busyro: KPK Bisa Segera Tahan Andi Mallarangeng
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar













