Topik
Infografis
Kereta Api Lodaya Anjlok di Tasikmalaya
TEMPO Interaktif, Bandung:
Kereta api Lodaya 95 jurusan Solo - Bandung anjlok pada pukul 16:20 di Desa Cirahayu, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut Keterangan Kepala Daerah Operasi II Bandung, Edy Joko Sewoyo, gerbong ke 6 dari 8 gerbong penumpang dan satu gerbong pembangkit listrik dari rangkaian itu keluar rel sejauh 30 sentimeter. “Tidak sampai terguling,” kata Edy.
Akibatnya, 227 orang penumpang dipindahkan ke 5 gerbong di depannya dan diberangkatkan ke Bandung pada pukul 18:00. Selain itu, akibat anjoknya kereta Lodaya ini, kereta api dari Bandung menuju arah timur, yakni Mutiara Selatan dan Turangga mengalami penundaan keberangkatan selama 30 menit.
Kereta Argo Wilis jurusan Surabaya-Bandung juga terpaksa berhenti di Tasikmalaya, dan penumpang terpaksa diangkut dengan bis menuju Bandung. Kereta api Serayu jurusan Jakarta-Kroya pun akhirnya dioper di Bandung karena tertahan oleh kereta lain pada jadwal yang berimpit, yakni kereta Pasundan.
Sejauh ini, penyebab anjoknya kereta Lodaya itu diperkiraan karena kondisi tanah yang labil akibat hujan yang terus menerus mengguyur daerah itu sejak siang. Saat ini, kata Edy di lokasi kejadian sudah dilakukan pengerasan dengan menambah balas (batu koral) pada tanah yang terlihat labil di bawah rel sepanjang 2 kilometer.
Kini gerbong yang anjlok tengah dalam upaya evakuasi “diperkirakan pukul 20:30 lintasan sudah bisa kembali dipergunakan secara normal” jelas Edy.
Penjelasan lain diberikan oleh Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Noor Hamidy. Ia mengatakan saat ini kereta penolong dari Bandung sudah mencapai lokasi. Dia menyampaikan permintan maaf seluruh direksi PT KAI atas kejadian ini. Rinny Srihartini, Sorta Tobing