Tim Dokter Copot Selang WSD di Dada Choirul

TEMPO Interaktif, Malang:Tim dokter Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang telah mencopot selang water shield drainage (WSD) di dada Choirul, korban yang selamat dalam bentrokan antara Marinir TNI-AL dan warga Alas Tlogo di Pasuruan pekan lalu.

Pencopotan dilakukan karena di paru-paru korban sudah tidak ada cairan atau darah yang menggumpal. "Paru-paru korban sudah bersih," kata Wakil Direktur RSSA Malang, Respati Drajad kepada wartawan di RSSA Malang, Senin (4/6)

Selang WSD dipasang pada operasi penyelamatan nyawa korban saat baru masuk. Fungsi selang tersebut adalah untuk mengeluarkan darah, udara dan cairan lainnya yang terjebak masuk di rongga antara dada dan paru-paru. Menurut Respati, darah atau cairan yang masuk ke rongga disebabkan oleh luka akibat tembakan.

Heri Indriyana, Wakil Kepala Ruangan 13 tempat korban dirawat menjelaskan kondisi korban berangsur-angsur membaik. Pemeriksaan tim medis hari ini menyebutkan tensi darah, respirasi, dan tingkat kesadaran menunjukkan hasil yang bagus. "Yang menggembirakan, korban sudah mau makan dengan suapan ayah atau keluarga yang lain," ujar Heri.

Ada dua korban yang selamat di RSSA Malang, yakni Choirul Anwar dan Erwanto. Keduanya kini dirawat di ruang 13 atau ruang pemulihan pasca akut dengan posisi tempat tidur bersebelahan. Tempo melihat, Sutrisno, ayah Choirul sedang menenangkan Choirul yang sedang menangis dengan sebuah balon berwarna kuning. Sedangkan Erwanto terlihat berbincang-bincang dengan seorang perawat.

Bibin Bintariadi