Nusa Ladang Gempa

TEMPO Interaktif, Maumere:
Yugo Kumoro, Kepala Bidang Geologi Teknik dan Konservasi Kebumian Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengatakan sejak 1629 sampai 2006 sudah tercatat 54 gempa berskala besar di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Sebanyak 20 kali disertai dengan ombak tsunami.

Adapun sebelum 1992, tercatat belasan gempa berskala di atas 5 di kawasan tersebut. Berikut yang dampaknya paling besar:

18 April 1896
Gempa kuat melanda Alor. Korban 250 orang tewas

24 Maret 1908
Gempa melanda Flores dan Timor. Gempa ini disertai tsunami

16 Maret 1961
Gempa berkekuatan 5,6 skala richter melanda Ruteng.

25 Desember 1982
Gempa berkekuatan 5,1 skala richter mengguncang Latantuka, Solor, dan Adonara. Tewas 13 orang dan 417 terluka.

31 Oktober 1983
Dikenal dengan nama Gempa Waingapu di Sumba Timur. Getaran gempa 6,5 skala richter ini terasa sampai ke Denpasar dan Ujung Pandang (sekarang Makassar)

26 November 1987
Gempa berskala 5,8 mengguncang Pulau Pantor di Alor. 44 orang tewas. Getaran terasa sampai Dili.

4 Juli 1991
Gempa berkekuatan 6,7 skala richter mengguncang Kalabahi di Kabupaten Alor. 28 orang tewas dan 199 cedera.

DEDDY SINAGA