Produsen Pupuk Minta Tambahan Kuota Ekspor
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Produsen pupuk mengajukan permohonan izin tambahan kuota ekspor pupuk urea. Alasannya, penyerapan pupuk urea bersubsidi oleh konsumen domestik hingga akhir Mei 2007 hanya 20 persen atau 449 ribu ton dari kuotanya.
"Penyerapan masih rendah, sementara permintaan tambahan ekspor secara resmi sudah masuk," ungkap Direktur Bina Pasar dan Distribusi Departemen Perdagangan Gunaryo di Jakarta, Kamis (7/6).
Pemerintah menjanjikan akan membahas masalah itu di Menko Perekonomian Senin pekan depan.
Menurut Gunaryo, permintaan produsen pupuk urea beralasan bahwa penyerapan urea oleh petani sangat rendah, padahal stok melimpah. Hal ini mengakibatkan biaya gudang dan perawatannya menjadi mahal, sementara pupuk sangat rentan mengalami kerusakan bila disimpan terlalu lama. Untuk itu, produsen melalui Holding Produsen Pupuk mengajukan permohonan izin ekspor.
Gunaryo mengatakan, sebenarnya pemberian izin tidak menjadi masalah. Asalkan, produsen bisa menjamin ketersediaan pupuk saat petani membutuhkan pada masa tanam. Dia menambahkan, saat ini belum ada kejelasan tentang penyebab rendahnya penyerapan. Salah satu kemungkinan ialah mundurnya musim tanam. "Tapi kan kita tidak tahu kedepannya bagaimana. Apalagi, harus mengamankan program peningkatan produksi beras dua juta ton itu," tambahnya.
Berdasarkan laporan Holding, Gunaryo mengatakan realisasi pelaksanaan izin ekspor urea sebesar 512ribu ton baru terpenuhi sebesar 25 persen. Meski begitu, komitmen pembeli sudah hampir mencapai angka kuota. Sedangkan, saat ini harga urea di pasar internasional masih baik. Sehingga, tambahan izin ekspor sangat dimungkinkan.
AGUS SUPRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan













