PLTGU Cilegon Terancam Dimatikan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU ) Cilegon terancam dimatikan atau shut down akibat kekurangan gas. Pembangkit itu saat ini baru beroperasi sekitar 200 MW dari kapasitas 740 MW.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN (Persero), Ali Herman Ibrahim mengatakan, pasokan gas untuk PLTGU Cilegon terus menurun. Pasokan gas itu dari lapangan Pabelokan di offshore (lepas pantai) laut Jawa milik China National Oil Offshore Company (CNOOC).

Ali mengungkapkan, menurut kontrak CNOOC sanggup pasok 125 juta kaki kubik pada akhir Juni. Saat ini seharusnya sekitar 85 juta kaki kubik mengalir, tapi kenyataannya hanya 40 juta kaki kubik yang mengalir untuk PLTGU Cilegon. Karena itu, kata Ali, CNOOC mengajukan perbaikan untuk penambahan pasokan gas dari sumur-sumur baru(tie in). Kemungkinan perbaikan ini menyebabkan sejumlah unit PLTGU dimatikan. "Tapi tidak semua," kata Ali.

Nieke Indrietta

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO