Topik
Infografis
Polisi Tangkap Pengujuk Rasa Anti Penculikan
TEMPO Interaktif, Solo: Kepolisian wilayah Surakarta menangkapi sejumlah aktivis Front Perlawanan Penculikan (FPP) yang melakukan unjuk rasa di depan Mapolwil Surakarta, Rabu (13/6) siang. Mereka dituduh menganggu ketertiban umum dan menghina institusi kepolisian. Seorang pengunjuk rasa yang ditangkap adalah Khalid Saefullah, Direktur FPP yang selama ini getol melakukan advokasi terhadap keluarga yang anggota keluarganya ditangkap karena diduga jaringan terorisme.
"Mereka ini sudah menganggu ketertiban umum. Kami tidak akan memberikan hati. Apalagi mereka menghina institusi Polri sebagai PKI,” kata Kapolwil Surakarta Kombes Yotje Mende. Padahal, kata Yotje, orang-orang yang ditangkap itu memang benar-benar teroris. “Kami tidak terima dengan penghinaan mereka".
Khalid sendiri sebenarnya berniat untuk melaporkan tindakan penangkapan Aris Widodo di Karanganyar beberapa waktu lalu. Penangkapan yang dilakukan polisi itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur.
Sekitar 30 anggota FPP mengiringi Khalid. Mereka melakukan pawai dari Gedung Umat Islam Kartopuran menuju Mapolwil. Namun kedatangan FPP dihalangi petugas yang langsung menutup gerbang Mapolwil. Karena tidak bisa masuk, massa menggelar aksi dengan menduduki marka Jalan Slamet Riyadi, tepat di depan Mapolwil.
Dalam orasinya Aris menghujat pelaku penculikan Aris Widodo. Dia menilai Aris bukan ditangkap melainkan diculik oleh gerombolan bersenjata yang menggunakan cara-cara seperti PKI. "Kalau aparat, tentu ada prosedurnya, dan memperlihatkan identitasnya," kata Khalid. Penyataan inilah yang membuat tersinggung aparat Polwil Surakarta. Sedikitnya lima pengunjuk rasa ditangkap polisi, termasuk Khalid.
Imron Rosyid





