BI: Rupiah Masih Cukup Atraktif


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom menyatakan rupiah masih atraktif

"Karena imbal hasil riilnya masih lebih tinggi dibanding negara-negara lain," katanya kepada wartawan usai acara Malaysia-Indonesia Investment and Finance Summit di Jakarta, Senin (18/6).

Menurut Miranda hal tersebut akibat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. "Saat ini inflasi menurun, dan dengan BI rate 8,5 persen, saya kira rupiah masih atraktif," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, seiring dengan ekspektasi pasar bahwa penurunan inflasi akan memberikan peluang bagi bank sentral menurunkan suku bunga, maka saat ini investor akan lebih memilih investasi di rupiah.
"Karena menghasilkan yield yang lebih besar daripada ke depannya," ujarnya.(Rafly Wibowo)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X