Menteri Lingkungan: PLTN Ramah Lingkungan Tapi Berisiko
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sangat ramah lingkungan tapi resikonya sangat besar.
"Dalam prakteknya, PLTN tidak membuang emisi sama sekali.Namun, jika terjadi kerusakan atau kebocoran baru bisa terselesaikan setelah 500 tahun," kata dia kepada pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis.
Rachmat juga menjabarkan, pengelolaan PLTN sangat sulit. Ia mencontohkan bagaimana kamar mandi PLTN di negara maju kebersihannya menyaingi rumah sakit.
Namun, terlepas dari segala kontroversinya, Rachmat mengaku saat ini mengikuti kebijakan pemerintah tentang rencana membangun PLTN pada 2016 di kawasan Gunung Muria, Jawa Tengah. "KLH menjaga agar inisiatif itu tidak merusak lingkungan," tambahnya. Sorta Tobing













