Topik
Wapres Kritik Konsep Program Bantuan Usia Lanjut
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla, meminta Departemen Sosial mengubah konsep program sosial untuk penduduk lanjut usia, dari pendekatan bantuan menjadi pendekatan penghormatan.
Seharusnya, kata Kalla, penduduk yang memasuki usia lanjut dan pensiun dibuatkan program agar mereka dapat menyalurkan pengalaman dan keahliannya. "Itu konsep yang elegan untuk dibuat bukan konsep anggaran bantu orang tua gaya Depsos," kata Kalla dalam sambutannya pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2007 di Kantor Wapres, Kamis.
Program sosial, dia melanjutkan, harus disesuaikan dengan budaya Indonesia yang menghormati orang tua dan senang berkumpul dengan keluarga. Makanya tidak heran jika panti werdha atau panti jompo banyak yang kosong karena tidak diminati.
Program yang meniru konsep budaya barat tersebut tidak cocok dengan budaya masyarakat Indonesia. "Ke depan tidak perlu banyak membuat panti untuk orang lansia."
Kalla mengatakan, penduduk lansia harus disalurkan berdasarkan potensinya. "Jangan cuma dilihat jumlahnya berapa lalu dikasih bantuan," ujarnya.
Agar program lansia dapat sesuai dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan zaman, Kalla meminta Depsos melakukan riset yang mendalam tentang fenomena penduduk usia lansia serta perkembangan pola hidup sosial yang mempengaruhi hidup penduduk usia lanjut.
Kalla mengatakan, salah satu yang harus dipelajari adalah efek dari meningkatnya angka harapan hidup karena berpengaruh pada persoalan pensiun dan asuransi kesehatan.
Yang jelas, kata Kalla, lansia tidak boleh dianggap orang yang lemah dan harus dibantu. Karena itu Kalla lebih setuju dengan penyebutan senior citizen atau masyarakat senior yang lebih berkonotasi positif sebagai kelompok yang harus dihormati karena sudah mengabdi kepada bangsa.
OKTAMANDJAYA WIGUNA