Telkom Berencana Akuisisi Operator Seluler


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Singapura:PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom), berencana mengakuisisi dua perusahaan operator seluler yang berada di dalam dan luar negeri.

Langkah ini, menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, merupakan upaya perseroan memacu pertumbuhan usaha dan penetrasi pasar baik di dalam maupun luar negeri.

Langkah akuisisi dinilai lebih strategis ketimbang mendirikan perusahaan baru. “Lagi pula, size Telkom cukup untuk melakukan akuisisi,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara CEO Perspective on CommunicAsia 2007 di Singapura kemarin.

Namun dia, tidak bersedia menjelaskan identitas perusahaan yang akan diambil alih tersebut. Demikian juga dengan nilai investasi yang disiapkan dan target transaksi itu akan dilakukan. Yang jelas, dia menegaskan, begitu ada peluang Telkom akan segera ambil. "Negosiasi belum kami lakukan. Tapi, mudah-mudahan bisa tahun ini," kata Rinaldi.

Untuk tahap awal, Telkom akan mengakuisisi perusahaan domestik. Pendanaannya diambil dari kas internal perseroan. "Kalau kurang kami pinjam dari bank lokal," kata dia.

Saat ditanyakan apakah yang akan diakuisisi Telkom adalah sebagian saham PT Indosat Tbk., milik Singapore Technology Telemedia (STT), Rinaldi hanya tersenyum.

Adapun untuk ekspansi ke luar negeri, Rinaldi melanjutkan, pihaknya akan menggunakan tangan anak perusahaannya, PT Telkom International. Prosesnya baru akan dilakukan dalam kurun waktu dua atau tiga tahun lagi di mana diperkirakan saat itu pasar di dalam negeri sudah sangat kompetitif.

Telkom, menurut dia, lebih memilih fokus investasinya ke dalam negeri karena potensi pasarnya masih sangat besar. Menurut dia, justru tidak efektif kalau pasar internasional digarap sekarang saat pasar domestik menjadi rebutan operator asing. Pertumbuhan pelanggan telekomunikasi di Indonesia sangat tinggi sekitar 15 juta per tahun dan diperkirakan akan mencapai 100 juta pelanggan di 2010.

Dia menambahkan meski belum disiapkan secara khusus, pendanaan untuk akuisisi perusahaan asing tersebut akan dipenuhi dari kas internal perseroan. “Khususnya laba Telkom Internasional,” ujarnya.

Analis PT Danasakti Securities Arief Budi Satria menilai positif langkah Telkom melakukan akuisisi. Apalagi, dari kondisi kinerja keuangan perseroan saat ini sangat memungkinkan melakukan aksi korporasi tersebut. “Arus kasa perusahaan masih kuat,” katanya.

Dengan adanya rencana ini, Arief merekomendasikan beli pada saham perusahaan itu karena target level jangka panjang bias mencapai Rp 13-15 ribu per saham.

AGUS SUPRIYANTO I I MUCHTAR WIJAYA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X