Indonesia dan Australia Bahas Perdagangan
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Indonesia dan Australia akan kembali membahas kerjasama strategis kedua negara di bidang perdagangan dan investasi. Rencananya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu akan melakukan pertemuan tingkat menteri dengan Menteri Perdagangan Australia Waren Truss pada Senin 25 Juni 2007, pekan depan, di Jakarta.
Staf hubungan masyarakat Departemen Perdagangan, Sutopo, mengatakan pertemuan ini adalah yang ketujuh kali, kelanjutan dari perjanjian Trade and Investment Framework yang ditandatangani pada tanggal 29 September 2005 di Vientiane, Laos.
"Hubungan perdagangan dan investasi strategis kedua negara diperkuat dan dikembangkan," kata Sutopo, Sabtu, (23/6).
Selain pertemuan tingkat menteri itu, akan diadakan pula Policy Dialogue Meeting yang secara khusus membahas upaya-upaya peningkatan iklim investasi Indonesia dan berbagai isu yang terkait dengan kerjasama perdagangan kedua negara.
Selama ini, Australia merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-9 bagi Indonesia dengan total ekspor Indonesia ke Australia pada tahun 2006 sebesar US$ 2,77 miliar. Produk ekspor utamanya adalah emas, kertas, kabel, karet, kapal ringan, produk kayu, mebel, pollycetal (bahan baku kertas).
Investasi Australia di indonesia sejak tahun 1967 sampai dengan 2005 tercatat sebesar US$ 9,43 miliar untuk 663 proyek. Australia merupakan penanam modal terbesar ke-110 bagi Indonesia setelah JEpang, Singapura, HOngkong, Taiwan, Amerika, Korea Selatan, Malaysia, dan JErman.
AGUS SUPRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Dahlan Iskan: KJS Ditolak, Askes Dievaluasi













