Topik
Krakatau Steel Akan Akuisisi Perusahaan Baja Malaysia
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Krakatau Steel merencanakan untuk mengakuisisi perusahaan baja asal Malaysia, Perwaja Steel Sdn Berhad. Langkah ini diambil Krakatau untuk menjamin pasokan palet biji besi yang selama ini didapatkan lewat cara impor.
"Rencananya akuisisi sebagai mayoritas, dana sudah kami siapkan dan sekarang masih terus penjajakan," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel, Daenulhay seusai rapat dengar pendapat dengan komisi keuangan dan perbankan, Jakarta (25/6).
Dari situs Perwaja, perusahaan ini memproduksi sekitar 1,5 juta metrik ton baja setiap tahun.
Menurut Daenulhay, impor palet biji besi sebanyak 2,5 juta ton tiap tahun. Palet biji besi diantaranya untuk kebutuhan pabrik baja spons. Pabrik baja spons memiliki kapasitas produksi sebanyak 1,5 juta ton per tahun, dengan utilitas produksi 66 persen.
Rencana akuisisi akan dilakukan perseroan pada tahun 2013. Saat itu, targetnya perusahaan mampu memproduksi sekitar 10 juta ton. Saat ini perusahaan memproduksi 2,5 juta ton baja dan pada 2008 ditargetkan menjadi dua kali lipatnya. "Pada 2020 kami targetkan menjadi 20 juta ton," ujar Daenulhay.
Sementara itu soal larangan ekspor bijih besi, kata Daenulhay tak akan membuat pasokan biji besi berlebihan di dalam negeri. Pasokan bijih besi yang selama ini diekspor 1,8 juta ton diperkirakan mampu diserap seiring ekspansi perusahaan baja tanah air.
Menurut Daenulhay, kebutuhan pasokan bijih besi perseroan kini sekitar 1,050 juta ton per tahun. Pabrik Krakatau di Cilegon membutuhkan sekitar 150 ribu bijih besi dan pabrik di Kalimantan Selatan skala kecil membutuhkan 900 ribu ton bijih besi. "Selisih dengan ekspor dapat digunakan untuk cadangan," ujarnya.
Yuliawati