Asumsi APBN Diusulkan Pakai Gas Dan Batubara

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengusulkan agar asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diubah menjadi harga gas dan batubara.

"Saya usulkan ke DPR agar tidak lagi menggunakan asumsi minyak di APBN," kata Purnomo di Jakarta, kemarin.

Dia beralasan, saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi andalan penerimaan negara. Sebaliknya, menurut dia, penerimaan negara dari gas dan batu bara semakin besar. "Sekarang
andalan kita bukan minyak lagi, tapi gas dan batubara," katanya.

Namun Deputi Mentri Koordinasi Perekonomian Bidang Keuangan dan Ekonomi Makro Sahala Lumban Gaol membantah pernyataan itu. Menurut dia, penerimaan negara dari sektor minyak bumi masih lebih banyak dibandingkan gas dan batubara. Sebab penerimaan negara dari kedua sektor ini dalam bentuk royalti. "Jadi lebih signifikan menggunakan harga minyak dalam asumsi APBN," katanya.

Senada dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu. Dia mengatakan, pemerintah tetap akan menggunakan asumsi harga minyak bumi dalam APBN.

Anggota Panitia Anggaran dari Fraksi Golkar, Hary A. Azis mengatakan bahwa usul itu sangat mendadak bila dilakukan saat ini. Dia menilai, pemerintah kurang berkoordinasi. "Ini menunjukan sistem yang buruk," katanya.

RIEKA RAHARDIANA I RR. ARIYANI I RAFLY WIBOWO