Indonesia Tak Serius Merevitalisasi Pertanian Modern
Topik
TEMPO Interaktif, Jember:Hingga saat ini, pemerintah Indonesia dinilai tidak serius menlakukan upaya revitalisasi pertanian. Akibatnya, masalah pangan masih menjadi persoalan pokok.
Hal itu terungkap dalam seminar nasional "Pertanian Masa Depan Era Bio Teknologi" di kampus FMIPA Universitas Jember, Selasa (26/06).
"Sampai saat ini, kami masih prihatin melihat dinamika pembangunan pertanian Indonesia yang tidak mempunyai arah yang jelas. Padahal, revitalisasi pertanian telah ditetapkan menjadi landasan pembangunan pertanian kita," kata guru besar Fakultas Pertanian Unej, Prof. Dr. Ir.Rudy Wibowo, MS.
Menurut dia, sudah selayaknya jika pemerintah mulai serius melakukan serangkaian upaya revitalisasi pertanian dengan teknologi modern dan menjadikannya sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional.
Ketidakseriusan pemerintah dalam pembangunan pertanian, tutur Prof. Rudy, bisa dilihat dalam beberapa hal seperti dalam skala makro. Akibatnya, hingga kini pertanian Indonesia tidak mampu menunjukkan dirinya sebagai kegiatan ekonomi-sosial yang produktif dan kompetitif.
"Secara mikro, kegiatan pertanian kita semakin 'jauh' dari harapan para pelakunya (petani), untuk mendapatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi-sosial," tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pakar Bio Teknologi Unej, Prof. Dr.Ir. Bambang Sugiharto, M.Sc.Agr.
Menurut dia, penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian mutlak harus dilakukan. "Keberhasilan bio teknologi pertanian telah dimanfaatkan oleh negara-negara lain, seperti tanaman transgenik kapas, jagung, kedelai, dan padi. Walaupun demikian, penerapan bioteknologi tetap harus memperhatikan isu lingkungan dan tanggapan masyarakat," tandasnya.
Pemerintah juga dihimbau untuk segera merumuskan sebuah 'ideologi keberpihakan' yang jelas dalam upaya revitalisasi pertanian, agar dalam melakukan proses pembangunan pertanian bisa berdampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat.
Mahbub Djunaidy
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Bisnis
- Tarif Bus Menyusul Dua Hari Setelah Harga BBM Naik
- PT Kereta Api Terima Subsidi Rp 704,7 Miliar
- DPR Setujui APBN Perubahan 2013
- Bisnis MLM QNet Diduga Tipu Rp 1,6 Miliar
- Rapat Paripurna APBN Perubahan Diwarnai Interupsi
- Pekan Depan, Harga BBM Pasti Naik
- Golkar: Jika BBM Naik, Papua Akan Mendapat Berkah


