Industri Seluler 2007 Diproyeksikan Rp 80 Triliun


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Nilai bisnis industri telekomunikasi seluler Indonesia tahun ini diprediksi mencapai Rp 80 triliun atau naik sekitar 78 persen hampir dua kali lipat dibandingkan 2006 sebesar Rp 45 triliun.

Ketua Asosiasi Telepon Seluler Indonesia, Bambang Rhiady Oemar, mengatakan peningkatan itu terjadi karena pangsa pasar seluler di Indonesia semakin variatif.

Pelanggan tidak lagi terbatas pada kalangan menengah dan atas. Tapi sudah merambah hingga kalangan bawah. "Operator pun berlomba untuk meningkatkan dan memvariasikan layanannya," kata Bambang di Jakarta kemarin. Selian itu, penetrasi telepon seluler juga semakin meluas sehingga layanannya bisa dinikmati masyarakat di luar Jawa.

Operator seluler juga semakin kompetitif untuk mengembangkan jaringanya. Karakter masyarakat Indonesia juga mempengaruhi tingkat kompetisi di industri seluler. "Masyarakat sangat akomodatif terhadap fitur layanan baru, jadi pasar Indonesia masih sangat potensial." ujar Bambang.

Eko Nopiansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X