Topik
Infografis
Purnawirawan Angkatan Darat Unjuk Rasa
TEMPO Interaktif, Medan: Ratusan purnawirawan TNI Angkatan Darat dan keluarganya berunjuk rasa ke Markas Kodam I Bukit Barisan pada Rabu (27/6). Mereka menuntut lahan mereka di kawasan Kuala Namu yang dijual Pusat Koperasi Angkatan Darat Kodam I Bukit Barisan kepada PT Angkasa Pura II untuk pembangunan Bandara dikembalikan.
"Kembalikan tanah kami yang dijual oknum Puskopad," kata Robinson, salah seorang putra purnawirawan di Medan. Dia mengatakan pada 1984, sebanyak 250 keluarga purnawirawan TNI Angkatan Darat diberi lahan pemukiman oleh Panglima Kodam Bukit Barisan Brigadir Jenderal Kawilhan I. Lahan seluas 500 hektar diberikan berdasarkan SK Panglima Kawilhan-I yang ditandatangani oleh Brigadir Jenderal Soekotjo pada 3 November 1975.
Namun seiring rencana pemerintah membangun bandar udara baru di Kuala Namu sebagai pengganti Bandara Polonia, terjadi pembebasan lahan. Warga menduga Puskopad TNI ANgkatan Darat Kodam I Bukit Barisan menjual lahan itu kepada PT Angkasa Pura. Akibatnya purnawirawan dan keluarga harus keluar dari lahan tersebut dan sebagian harus tinggal sekitar lahan mereka. " Karena lahan harus dikosongkan " ucap Robinson.
Robinson mengatakan, para purnawirawan dan keluarga pernah ditawari bantuan uag komando senilai Rp 59 juta per keluarga agar meninggalkan kawasan tersebut.
Hingga berita ditulis, Kodam Bukit Barisan belum bisa dikonfirmasi. Tempo yang mendatangi kantor Penerangan Angkatan Darat, Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Darat Kodam I Bukit Barisan, Kolonel Togar Panjaitan tidak berada di tempat. Telepon selularnya juga tidak aktif ketika dihubungi. Hambali Batubara





