BI Pesimistis Perbankan Capai Target Kredit


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia pesimistis target pertumbuhan kredit yang ditetapkan perbankan bakal tercapai.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Halim Alamsyah mengatakan, April lalu kredit perbankan sempat melonjak. Namun kenaikan kredit tersebut didorong oleh pencairan kredit di waktu sebelumnya.

"Kami tidak optimistis target rata-rata bank bakal terealisasi," kata Halim dalam seminar Intermediasi Perbankan; Problem dan Solusinya di Hotel Crown Plaza di Jakarta, Rabu.

Kalangan perbankan mentargetkan realisasi kredit mencapai 20-23 persen hingga akhir tahun ini. Namun menurut dia, Bank Indonesia mentargetkan realisasi kredit hanya 18 persen.

Untuk mencapai target pertumbuhan kredit sekitar 20 hingga 23 persen, setiap bulannya bank harus mengucurkan kredit sebesar Rp 20-23 triliun. “Tapi sejak Januari hingga saat ini kredit baru mencapai Rp 15-18 triliun setiap bulannya,” katanya.

Tahun lalu, kondisinya juga tak jauh berbeda. Pertumbuhan kredit hanya mencapai 14,1 persen. Itu adalah angka terendah selama empat tahun terakhir.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI Harry Azhar Aziz menilai, jika perbankan gagal menjalankan fungsi intermediasi, maka pihak yang bisa disalahkan adalah bank sentral. "Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, bank sentral bertugas mengatur dan mengawasi perbankan," katanya.

Ekonom Institute for Development of Economicand Finance (Indef) Aviliani mengatakan, bank-bank masih menghadapi masalah dalam menjalani fungsi intermediasi. "Tak ada bank yang tidak ingin menjalankan fungsi intermediasi," katanya.

Dia mencontohkan, sampai saat ini tidak ada kesamaan pandangan antar bank, tentang risiko suatu sektor indutri. Selain itu, tidak ada pemetaan risiko sehingga sehingga bank bisa menyalurkan kredit dengan lebih efisien. "Seharusnya pemerintah lewat Departemen Industri bisa membuat pemetaan risiko masing-masing sektor industri," katanya.

Ketidakyakinan bank sentral ini dibantah oleh Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Sigit Pramono. Dia tetap optimistis rata-rata pertumbuhan kredit yang ditetapkan perbankan bakal tercapai pada akhir tahun ini.

Menurut dia, angka pertumbuhan kredit secara gross sebetulnya lebih tinggi dari yang dilansir Bank Indonesia. Hingga April lalu, kredit tumbuh sebesar 16,6 persen. Kalaupun BI masih menilai masih rendah, itu disebabkan adanya pelunasan kredit dalam jumlah yang cukup besar.

“Debitor-debitor banyak mendapatkan sumber dana melalui penerbitan obligasi, right issue, dan sumber dana lainnya,” kata Sigit kepada Tempo kemarin. Akibatnya, pertumbuhan kredit secara netto, menjadi berkurang.

Data Bank Indonesia menunjukkan, total kredit perbankan 2006 lalu mencapai Rp 832,9 triliun, tumbuh 14 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 730,2 triliun. Sedangkan penyaluran kredit pada kuartal pertama baru mencapai Rp 16,7 triliun, atau 2 persen dari total kredit tahun lalu.

AGOENG WIJAYA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X