Kejahatan Perbankan Merambah Pedesaan
TEMPO Interaktif, Solo:
Kejahatan perbankan sudah merambah ke pedesaan dan daerah pinggiran. Selain itu, kualitas maupun kuantitas kejahatan di jasa keuangan ini pun semakin meningkat dan kompleks.
"Kejahatan perbankan saat ini bukan hanya terjadi pada bank-bank besar dan terkenal, tapi sudah merambah ke pedesaan. Ini yang patut diwaspadai," Deputi Gubernur Bank Indonesia Mulyaman Hadad dalam semiloka Tindak Pidana Perbankan dan Mediasi Perbankan di Solo, Kamis (28/6).
Menurut dia, merambahnya kasus kejahatan perbankan ke pedesaan dan daerah pinggiran ditandai dengan banyaknya temuan kasus yang terjadi di BPR-BPR saat ini.
"Kasusnya pun bervariatif, seperti manipulasi kredit atau deposit palsu. Nilai transaksinya juga beragam mulai puluhan juta, ratusan juta hingga miliaran," ujar dia.
Untuk menyikapi kondisi itu, kata dia, aparat perbankan dan penegakan hukum di daerah harus melakukan langkah-langkah antisipatif. Perlu juga peningkatan intensitas koordinasi antar instansi perbankan dan penegak hukum.
Anas Syahirul
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan














