Perdana Menteri Tolak Berdialog dengan Reinado

TEMPO Interaktif, Dili: Perdana Menteri Timor Leste Estanislau da Silva hari ini menyatakan bahwa pintu tidak akan dibukakan bagi Alfredo Alves Reinado untuk berdialog dengan pemimpin Timor Leste, karena masalah bekas komandan polisi militer itu adalah masalah internal militer.

"Kami tidak ada masalah dengan Reinado. Seharusnya Reinado berdialog dengan komandan dan rekan-rekannya," kata Da Silva seusai pertemuan kabinet di Istana Presiden, Kaikoli, Dili, Timor Leste.

Reinado kabur dari markasnya pada 28 April 2006 setelah terjadinya bentrokan antara Angkatan Bersenjata Timor Leste dan tentara petisioner--sekitar 400 tentara desertir pimpinan Gastao Salsinha yang menolak diskriminasi di tubuh militer.

Reinado dan kelompoknya sempat jadi buronan yang dicari-cari pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tapi, Selasa pekan lalu Horta mengumumkan penghentian operasi militer perburuan Reinado setelah Reinado menyatakan ingin berdialog untuk menyelesaikan masalah ini sebelum kasusnya dibawa ke pengadilan.

Da Silva mengingatkan agar semua orang berhati-hati kalau bicara soal dialog antara pemimpin Timor Leste dengan Reinado. Karena, menurutnya, tak masuk akal kalau bicara soal dialog bila peradilan diabaikan. "Jangan mencampuradukkan hukum. Hukum adalah hukum. Saya tidak pernah minta dialog," katanya.

Jaksa Agung Timor Leste Longinhos Monteiro mengatakan jadwal dialog yang direncanakan itu belum pasti karena belum ada keputusan dari pemimpin Timor Leste.

Sedangkan ketua tim pengacara Reinado, Benevides Corte-Real, mempertanyakan keputusan pemimpin Timor Leste itu. Dia curiga pemerintah akan menarik kembali keputusan Horta tentang pemberhentian operasi militer terhadap Reinado.

JOSE SARITO AMARAL