Surya Paloh Minta Kalla Evaluasi Fungsionaris Golkar
Grafis Terkait
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh meminta Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla segera mengevaluasi para fungsionaris partai berlambang beringin tersebut.
"Saya meminta Ketua Umum mengevaluasi kinerja Partai Golkar, termasuk kinerja para fungsionaris yang lebih banyak bicara daripada bekerja," kata Paloh kepada wartawan setelah bertemu dengan Kalla di kantor Wakil Presiden kemarin.
Evaluasi ini muncul saat para fungsionaris Partai Golkar berbeda pendapat menanggapi pertemuan di Medan, yang dilakukan Surya Paloh atas restu Kalla, dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dalam pertemuan itu, isu koalisi muncul dari kedua partai. Paloh tidak menyebutkan nama fungsionaris yang ia sebut "lebih banyak bicara daripada bekerja" itu.
Tapi sejumlah fungsionaris Golkar sudah menyuarakan ketidaksetujuan dengan pertemuan di Medan yang dilakukan Paloh. Salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar, Anton Lesiangi, beberapa hari lalu mengatakan, "Idenya bagus tapi salah kaprah."
Begitu pula Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, yang mengatakan keputusan melakukan koalisi mesti diambil dalam musyawarah nasional. "Apa yang dilakukan Surya Paloh, telah membuat bingung kader Golkar," ujarnya beberapa waktu lalu.
Tapi, seusai pertemuan satu jam dengan Kalla kemarin, Paloh membantah jika dikatakan desakan evaluasi itu akibat adanya perseteruan antarfaksi dalam partai. Paloh mengatakan permintaan Dewan Penasihat murni bertujuan memotivasi fungsionaris agar meningkatkan kinerja.
Ia juga mengatakan evaluasi perlu dilakukan agar Golkar lebih solid dan kesatuan partai tetap terjamin. OKTAMANDJAYA WIGUNA | AQIDA SWAMURTI | ERWIN DARIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Metro
- Takut Tak Lulus Ujian Nasional, Fanny Gantung Diri
- Jokowi Lantik Wali Kota Jakarta Barat Hari Ini
- Operasi Preman, Anak Gadis Punk Kecebur Got
- Ahok Bahas Kenaikan Bayaran Guru Honorer
- Cegah Banjir, Wali Kota Jaksel Andalkan 5 Waduk
- Kamis Ini, Komnas HAM Panggil Jokowi
- Tarif Parsial Kereta Commuter Berlaku 1 Juni














