Obat Antibiotik Mahal karena Harga Bahan Baku Tinggi


TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengakui, obat antibiotik memang dijual lebih mahal dari harga eceran tertinggi. Alasannya, harga bahan baku obat antibiotik saat ini cukup tinggi.

"Jadi, wajar kalau harga obat antibiotik tinggi," katanya seusai rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc III dan IV Dewan Perwakilan Daerah di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa.

Menurut Siti, pemerintah masih bisa mentolerir kenaikan harga obat antibiotik itu. Kenaikan harga bahan baku pasti mengakibatkan harga obat meningkat.

Sebelumnya, Penasehat Pengurus Pedagang Pasar Pramuka, Iwan Gondrong, mempersoalkan tingginya harga obat antibiotik. Harga amoxicillin produksi Kimia Farma, misalnya, dijual kepada pedagang sebesar Rp 37 ribu. Padahal, dalam kemasan obat tercantum harga eceran tertinggi sebesar Rp 32.500.

Pemerintah, kata Siti, sedang memikirkan akan mengganti obat antibiotik. Sebab, saat ini sudah banyak resistensi (kekebalan) atas obat antibiotik yang ada di masyarakat. "Masih kami pikirkan obat apa yang akan menjadi
penggantinya," katanya. PRAMONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X