Komisi Hukum Kecewa Dengan Kualitas Calon Hakim Agung


TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kecewa dengan hasil seleksi calon hakim agung Komisi Yudisial yang kualitasnya tidak jauh berbeda dengan seleksi hakim agung yang dilakukan DPR. "Dari Komisi Yudisial diharapkan lebih bagus, tapi melihat hasilnya sekarang. Secara pribadi saya kecewa," kata Ketua Komisi Hukum Trimedya Panjaitan, Selasa (3/7).

Apa boleh buat, lanjut politikus dari Partai Demokrasi Perjuangan ini (PDIP), komisi harus memilih yang terbaik diantara yang terburuk.

Senada dengan Trimedya, anggota Komisi Hukum lainnya Nursyahbani Katjasungkana menyatakan kecewa dengan para calon hakim yang diseleksi. "Anggarannya tidak sesuai dengan hasilnya," kata politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa. Untuk seleksi calon hakim agung ini, Komisi Yudisial menggunakan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar.

Namun, Nursyahbani berharap calon hakim agung yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan berikutnya akan lebih baik dari delapan calon yang telah diseleksi. "Semoga masih ada mutiara-mutiara setelah ini," katanya.

Selama empat hari, sejak Senin (2/7) Komisi Hukum DPR menyelenggarakan fit and proper test terhadap 18 calon hakim agung. Komisi hukum akan memilih enam dari 18 calon untuk menjadi hakim agung.

Rini Kustiani

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X