Soal Peringatan Australia, Pariwisata Bali Diminta Tidak Panik


TEMPO Interaktif, Denpasar:Kepala Dinas Pariwisata Bali Gde Nurjaya yakin, peringatan perjalanan ke Indonesia (travel advisory) dari pemerintah Australia tidak akan terlalu berpengaruh pada kedatangan warga Australia ke Bali.

”Syaratnya, kita tidak panik dan memperuncing keadaan serta menunjukkan kecemasan berlebihan,” kata dia di Denpasar, Selasa (10/7).

Kepala Dinas Pariwisata Bali Gde Nurjaya yakin, peringatan perjalanan ke Indonesia (travel advisory) dari pemerintah Australia tidak akan terlalu berpengaruh pada kedatangan warga Australia ke Bali.

”Syaratnya, kita tidak panik dan memperuncing keadaan serta menunjukkan kecemasan berlebihan,” kata dia di Denpasar, Selasa (10/7).

Warga Australia, menurut dia, cukup well educated untuk menilai seperti apa keadaan di Indonesia. "Travel advisory harus kita lihat sebagai kewajiban negara terhadap warganya,” ujarnya.

Pemerintah Australia sebelumnya pun selalu mengeluarkan peringatan yang sama setiap kali terjadi suatu peristiwa di Indonesia dengan berbagai tingkat peringatan. Status peringatan kali ini, menurut Nurjaya, hanyalah sebatas himbauan bukan peringatan yang terlalu keras seperti travel warning.

Posisi turis Australia yang ke Bali saat ini sudah berada di urutan nomor dua setelah Jepang. Ini menunjukkan keyakinan mereka bahwa situasi Indonesia cukup aman. ”Kalau ada peringatan seperti itu tapi kondisinya aman, mereka justru akan bertambah yakin untuk jangka panjang,” tegasnya.

Tren kunjungan turis Australia pasca bom 2005 terus mengalami kenaikan. Di tahun 2006, tren ini sempat terganggu tetapi lebih karena persoalan diplomatik antara Indonesia dan Australia seperti kasus larinya warga Papua ke negara itu. Ada juga kasus tertangkapnya warga Australia di Bali saat menyelundupkan narkoba. ”Kalau peringatan pemerintah mereka, sepertinya cuma kecil pengaruhnya,” sebutnya.

Rofiqi Hasan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X