Penderita HIV Baru Terdeteksi 15 ribu Orang.


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Penderita HIV/AIDS yang telah terdeteksi saat ini baru sekitar 15 ribu orang. Padahal, kata pendiri Yayasan Pelita Ilmu--lembaga swadaya masyarakat yang mengurus masalah HIV/AIDS, Zubairi Zoerban, diperkirakan ada 189 ribu penderita positif.

“Sistem pendeteksian penderita HIV/AIDS di Indonesia memang masih lemah,” katanya kepada Tempo, kemarin (15/7). Masih banyaknya penderita yang belum terdeteksi berpotensi memperluas penyebaran virus HIV.

Misalnya, ibu yang positif HIV bisa menularkan virus itu pada anaknya. Penanganan pada penderita HIV/AIDS pun menjadi terlambat. “Kalau penderita terdeteksi lebih cepat, pengobatan bisa segera diberikan, dan virus dapat ditekan,” katanya.

Di sisi lain, kata Zubairi, penderita HIV/AIDS yang mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) juga masih minim. Dari 15 ribu penderita yang terdeteksi, baru sekitar 8 ribu orang yang memperoleh pengobatan.

Padahal, ARV sangat berfungsi menekan jumlah virus dalam tubuh penderita, dan mencegah penularan ke orang lain. ARV juga diberikan gratis bagi penderita HIV.

PRAMONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X