Rupiah Diperkirakan Melemah


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rupiah diperkirakan melemah pada posisi Rp 9.025-9.100 per dolar Amerika Serikat. Analis keuangan Fahrial Anwar mengatakan, potensi melemahnya rupiah akibat tidak ada kebijakan Bank Indonesia yang mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

"Bank Indonesia sudah merasa nyaman rupiah berada di posisi 9000-9200," ujarnya kepada Tempo melalui telepon pagi tadi (18/07).

Menurut Fahrial, pergerakan rupiah secara anomali terhadap dolar, menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar secara signifikan tidak dapat bergerak turun lagi. Padahal di pasar global nilai tukar dolar cenderung melemah dibandingkan Euro dan Poundstreling yang mengalami peningkatan 1,37 sampai 2 poin.

Hal senada juga diamini oleh analis pasar modal, Satrio Utomo yang mengatakan, nilai tukar rupiah cenderung menurun selama dua hari ini, akibat nilai tukar dolar yang juga menurun. "Posisinya rupiah masih flat 9.000-9.070 per dolar," ujarnya.

Minat pasar yang mulai menurun terhadap dolar, ditengarai sebagai penyebab melemahnya nilai tukar dolar. "Saat ini tren-nya minat pasar terhadap dolar sudah mulai beralih ke pasar Cina dan India," ujar Fahrial.

Defisit neraca perdagangan Amerika terhadap Cina dan defisit neraca anggaran belanja Amerika juga dianggap sebagai penyebab melemahnya nilai tukar dolar di pasar global.

Fahrial mengatakan, dirinya tetap optimis nilai tukar rupiah bisa mendekati 9.000. Meskipun diakui Fahrial potensi rupiah mendekati level di bawah 9.000 sangat kecil. "Dalam pasar negeri IHSG cenderung menguat, tapi hal itu tetap tidak bisa membuat nilai rupiah menguat," ujarnya.

Cheta Nilawaty

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X