Topik
Harga Elpiji Bakal Memicu Inflasi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom Citigroup Anton Gunawan mengingatkan pemerintah supaya berhati-hati dalam memutuskan harga liquid petrolium gas (elpiji).
Pasalnya, meski kontribusi elpiji selama ini masih cukup
rendah terhadap indeks harga konsumsi (IHK), melonjaknya harga elpiji secara berpotensi mendorong angka inflasi akhir tahun.
"Akhirnya, target inflasi 6 persen tahun ini bisa tak terealisasi," kata Anton di Jakarta, Kamis (19/7).
Dia menjelaskan, sebelumnya Pertamina telah meminta
pemerintah menetapkan harga elpiji sesuai dengan harga pasar. Selama ini, pemerintah mensubsidi harga elpiji tersebut sehingga terjangkau masyarakat.
Menurut dia, perbedaan harga elpiji 13 kilogram
bersubsidi dengan harga pasar mencapai 30 persen. Sedangkan kontribusi elpiji terhadap IHK tak sampai 0,5 persen.
"Kalau dikalikan bisa menambah 0,5-0,6 persen inflasi bulanan. Itu akan mempengaruhi total inflasi akhir tahun," ujarnya.
Anton memperkirakan inflasi akhir tahun mencapai 6,6 persen.
AGOENG WIJAYA