Topik
Presiden-Gubernur Aceh Sepakat Partai Lokal Harus Mengacu UU
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa membenarkan, pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Istana Negara kemarin antara lain membicarakan soal Partai GAM.
Presiden Yudhoyono dan Irwandi, kata Hatta, sepakat pembentukan partai lokal termasuk Partai GAM harus mengacu pada perundang-undangan. Ketika ditanya apakah nama dan lambang Partai GAM harus diganti, Hatta mengatakan, "kita lihat saja nanti, itu (Partai GAM) bukan usulan gubernur, tapi yang lain," katanya usai mengantar Presiden Yudhoyono menuju Korea Selatan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin.
Partai GAM dideklarasikan awal Juli lalu oleh poetinggi Gerakan Aceh Merdeka sebagai partai lokal di Aceh yang dimotori mantan panglima perang GAM Muzakir Manaf. Partai tersebut memilih lambang bulan bintang berwarna putih dan dibawahnya ada nama partai GAM dengan latar belakang merah.
Berbagai pihak di Jakarta memprotes pendirian partai itu, karena dinilai tak sesuai dengan semangat nota kesepahaman damai di Helsinki. Presiden Yudhoyono, saat bertemu dengan mantan perdana menteri GAM Malik Mahmud, secara tegas menyatakan menolak penggunaan nama GAM dan simbol bendera GAM sebagai partai lokal di Aceh.
Selain soal Partai GAM, Hatta melanjutkan, Presiden Yudhoyono dan Irwandi juga membicarakan soal reintegerasi dan pembangunan di Aceh. Irwandi meminta, pemerintah pusat membebaskan pajak untuk pembangunan kembali pabrik semen di Aceh yang hancur akibat diterjang tsunami.
Saat hendak berangkat ke Korea, presiden memberikan pengarahan pada menteri atas permintaan pembebasan pajak tersebut. "Pada menteri dan kepala BKPM, Presiden meminta menindaklanjuti usulan tersebut," ujar Hatta.
SUTARTO