Korban Longsor di Morowali 37 Orang


TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, meningkat menjadi 37 orang. “Sudah ditemukan lagi 30 orang,” kata Kepala Seksi Monitoring Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Alam Departemen Sosial, Adi Karyono, saat dihubungi Tempo, Selasa (24/7).

Para korban, kata Adi, berasal dari empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Bungku Utara, Mamosalato, Petasia, dan Soyo Jaya. Saat ini pengiriman bantuan ke lokasi sulit dilakukan karena kondisi cuaca yang tak menentu. Apalagi, semua stok cadangan Departemen Sosial ada di kota Palu. Jarak dari Palu ke Morowali sekitar 550 kilometer. Hujan juga terus turun dan menyulitkan pencarian korban.

Sedangkan Deputi Penanganan Darurat Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana Tabrani mengatakan, saat ini ada sekitar 8 ribu penduduk yang mengungsi. “Ada juga yang diungsikan ke sekolah dan tempat ibadah. Pemerintah daerah sudah mendirikan tenda untuk para pengungsi,” katanya.

Pemerintah telah mengirim bantuan berupa empat unit perahu karet, enam telepon satelit, 24 tenda pleton, dua unit tenda komando, lima unit genset, 40 unit senter, 12 pak terpal, lima dus selimut, tiga koli matras, dua koli perlengkapan bayi, 3 ribu sarung, dan 100 kantong mayat. Pemerintah pusat juga mengirim 5 ton makanan pendamping air susu ibu, 1 ton obat-obatan, dan 2 ribu mi instant.

Tapi, kata Tabrani, tim pengirim bantuan belum mencapai lokasi bencana. Tim masih berada di Banjarmasin karena mesin pesawat yang mereka naiki bermasalah.

PRAMONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X