Setelah Air Bah Menggilas
Topik
TEMPO Interaktif, London:
Inggris dan Eropa daratan adalah satu pada 200.000 sampai 450.000 tahun lalu. Itu sebelum sebuah banjir besar melanda, membanjiri dataran rendah di antara kedua wilayah dan memisahkannya menjadi seperti yang ada pada saat ini.
Jejak-jejak banjir itu rupanya terekam di dasar Channel Inggris. Dengan bantuan gelombang sonar beresolusi tinggi, jejak itu tergambarkan secara tiga dimensi.
Channel Inggris adalah "lengan" Samudera Atlantik yang memisahkan Inggris Raya dan Prancis Utara dan menggabungkan Laut Utara dan Atlantik. Panjangnya 560 kilometer dan lebarnya bervariasi, mulai dari 34 kilometer di Selat Dover sampai 240 kilometer.
Adalah Dr Sanjeev Gupta dan dua koleganya di Imperial College London yang melakukan penelitian tersebut. Mereka juga dibantu seorang peneliti dari Kantor Hidrografi Inggris.
Seperti dimuat di jurnal Nature edisi pekan lalu, Gupta dan timnya menemukan jejak guratan atau parut di dasar Channel. Guratan atau parut seperti aliran air itu, kata Gupta, mestinya dicetak oleh gerakan air masif dan tiba-tiba.
Gupta dan timnya menduga, air masif itu berasal dari lelehan es di danau raksasa yang kini menjadi Laut Utara. Danau yang dibendung oleh lapisan es itu diairi oleh Sungai Thames dan Rhine kuno.
Volume air dan es di danau itu rupanya semakin tak tertampung sehingga bendungan es pun jebol dan terjadilah banjir raksasa. Banjir model ini dikenal dengan istilah Jökulhlaup, yakni banjir besar yang berhubungan dengan lelehan es.
Tim itu menduga, jebolnya danau dipicu oleh sebuah gempa. "Sebuah gempa kecil di kawasan Kent," kata Jenny Collier, salah seorang kolega Gupta dari Imperial.
Air dan lelehan es itu lantas mengalir deras dengan volume 35 juta kaki kubik per detik dari selatan Skandinavia. Lelehan lantas menghalangi aliran air sungai yang menuju utara, menggesernya ke selatan sehingga volume dan kekuatan air pun membesar.
Gupta mengatakan kejadian itu terbilang sebagai megabanjir yang paling dahsyat dalam sejarah bumi, serta menjelaskan asal mula kepulauan Inggris. "Kejadian, atau serangkaian kejadian, yang menyebabkan (jebol) merubah seluruh sejarah Inggris," kata Dr Gupta kepada BBC News.
Bila saja banjir tak terjadi, maka Inggris hanyalah sebuah semenanjung di barat Eropa. Tak ada Channel dan perjalanan dari Prancis menuju Inggris tak perlu melintas laut.
Gambar pencitraan sonar yang dihasilkan Gupta dan timnya memperlihatkan lekukan dan garis-garis aliran yang dalam, tanda bentuk tanah yang disebabkan oleh air bervolume besar dan bergerak dengan cepat. Banjir itu diduga berlangsung selama beberapa bulan.
"Benar-benar mengherankan," kata Collier, yang mengaku pernah melakukan penelitian serupa di banyak tempat, termasuk punggungan di Laut Tengah. Namun temuan mereka di Channel Inggris, "Amatlah mengejutkan dan tak terduga," katanya.
Collier menambahkan, megabanjir itu juga telah menyebabkan berubahnya rute Sungai Thames dan Rhine.
Teori tentang megabanjir bukanlah temuan pertama. Kurang lebih 30 tahun yang lalu, para ilmuwan sudah menduga bahwa Inggris sebetulnya pernah menyatu dengan Eropa daratan sebelum malapetaka banjir memisahkannya.
Penelitian sebelumnya didasarkan pada temuan satwa prasejarah dari masa setengah juta tahun lalu, yang membuktikan bahwa Channel Inggris sesungguhnya memainkan peranan penting dalam membentuk sejarah alam Inggris.
Channel itu bertindak sebagai penyaring, membuat sejumlah satwa dari daratan Eropa masuk ke Inggris sebagaimana terekam dalam sejumlah fosil. Profesor Chris Stringer, Direktur Proyek Ancient Human Occupation of Britain (Ahob), mengatakan masa dan metode pembentukan Channel telah membuat Inggris berbentuk geografis sekarang.
Namun baru Gupta dan timnya yang berhasil menghasilkan pencitraan yang jelas. "Bukti yang diperlihatkan pada tulisan itu sungguh spektakuler. Itu tentu menjelaskan dan potret yang diambil proyek Ahob mengenai meningkatnya isolasi Inggris dari Eropa daratan setelah 400.000 tahun lalu," kata Stringer.
Profesor Philip Gibbard, ahli geologi dari Universitas Cambridge, juga memuji penelitian tersebut. "Tak diragukan lagi, banjir Channel inilah salah satu identifikasi terbesar dan menampilkan persoalan geografis jangka panjang," katanya.
DEDDY SINAGA | BBC | XINHUA | WIKIPEDIA | KENT NEWS | WASHINGTON POST | INTHENEWS
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- MA Siapkan Video Conference untuk Sidang Cebongan
- Jokowi-Ahok Diminta Hati-hati Reformasi Birokrasi
- Diusir, Aset Warga Syiah Sampang Tidak Diganti
- De Gea Bujuk Thiago Alcantara ke MU
- Ahok Luncurkan Data Pengentas Kemiskinan Jakarta
- TCL Idol X, Ponsel Cerdas yang Lebih Terjangkau
- Foto: Toilet-toilet Terkreatif di Dunia


