Saringan Channel


TEMPO Interaktif, London:

Channel Inggris memainkan peranan penting dalam sejarah alam Inggris lantaran bertindak sebagai filter alias penyaring bagi keluar masuknya satwa. Pada saat berwujud daratan, Channel itu menjadi pintu masuknya satwa dari Eropa daratan dan melakukan kolonisasi.

Seperti dijelaskan Chris Stringer dari Museum Sejarah Alam London dalam pertemuan ahli prasejarah di Gibraltar, Channel pada masa lalu mengandung sistem sungai masif yang mengalir di atasnya. Sistem sungai itu ditenggelamkan banjir besar antara 450.000 sampai 200.000 tahun lalu.

"Channel itu menjadi aral pada saat permukaan air laut tinggi, namun pada saat air laut rendah pun, Channel menjadi aral bagi populasi yang mencoba pindah dari selatan ke utara," kata Stringer.

Bukti-bukti disodorkan oleh proyek Ancient Human Occupation of Britain Project (AHOB) yang berlangsung selama lima tahun dan diikuti sejumlah ahli prasejarah Inggris, termasuk Stringer.

Stringer dan tiga koleganya: Andy Currant, Danielle Shreve, dan Roger Jacobi, mempelajari bahwa selama 500.000 tahun lalu mamalia Inggris telah melakukan kolonisasi, keluar, dan kembali ke Inggris sejalan dengan perubahan iklim dari hangat menjadi dingin lalu menjadi hangat kembali.

Iklim dingin membuat permukaan laut rendah. Namun selama masa interglasial (masa mencairnya es) lantaran iklim yang hangat, permukaan laut pun meningkat.

Pada saat Channel berbentuk daratan, sejumlah satwa telah menyeberang. Namun pada iklim hanya, Inggris pun terisolasi dan satwa yang menyeberang tak lagi bisa kembali ke selatan. Berdasarkan penggalian di Gua Banwell yang berasal dari masa 80.000 tahun lalu, peneliti menemukan sejumlah satwa-satwa musim dingin Eropa daratan seperti reindeer, bison, dan beruang raksasa yang sama dengan beruang kutub.

Setelah terperangkap di Inggris lantaran Channel terbentuk, satwa-satwa musim dingin itu pun terpaksa mengembangkan pola adaptasinya sendiri agar bisa bertahan hidup.

Menariknya, tak ada fosil hyena di Banwell, sebagaimana di Eropa daratan. Perannya dalam rantai makanan mungkin telah digantikan oleh serigala. "Serigala memperlihatkan rahang yang lebih besar. Gigi mereka memperlihatkan tanda-tanda dipakai untuk menghancurkan tulang seperti pada hyena," kata Stringer.

DEDDY SINAGA | BBC | NATURE

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X