Kinerja BP Migas Dinilai Belum efektif
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Keuangan menilai fungsi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) belum berjalan efektif.
Pengawasan terhadap pelaksanaan kontrak-kontrak karya sektor migas tidak optimal sehingga klaim biaya produksi atau cost recovery cenderung membengkak.
"Kami harapkan pengawasan kontrak-kontrak karya oleh BP Migas bisa lebih efektif ," kata Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan, Mulia Nasution di Jakarta, hari ini.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, juga mempertanyakan angka klaim cost recovery yang disampaikan kepada DPR sebesar US$ 10,4 miliar.
Departemen Energi dan BP Migas perlu melakukan transparansi seluruh informasi yang bisa di-discloused sehingga tidak terjadi polemik.
Ketika dikonfirmasi ke Kepala BP Migas, Kardaya Warnika, telepon selulernya tidak bisa dihubungi. Wakil Kepala BP Migas, Abdul Moein, juga tidak bisa berkomentar. “Saya sedang mengikuti rapat,” ujarnya.
Namun ketika teleponnya dihubungi kembali, Moein tak mengangkat teleponnya. Begitu juga dengan telepon seluler Kepala Humas BP Migas, Amir Hamzah, tidak bisa dihubungi.
AGUS SUPRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi
- Soal Longsor, Jero Wacik Panggil Bos Freeport
- Uni Eropa Kucurkan Rp 3,77 Triliun untuk Indonesia
- Ekspor Tekstil Capai US$ 13,5 Miliar
- TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal
- Telkom Ekspansi ke Hong Kong dan Timor Leste













