Ratusan Ribu Aparat Keamanan Jaga Referendum Thailand
TEMPO Interaktif, Bangkok: Pemimpin junta Thailand kemarin telah memerintahkan 700 ribu personel aparat keamanan menjaga pemungutan suara referendum konstitusi bulan depan.
Seorang juru bicara menyebut Jendral Sonthi Boonyaratglin memerintahkan anggota kesatuan bersenjata dan kontra perusuh, Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) bergabung dengan pemerintah mengkampanyekan para pemilih ambil bagian dalam referendum itu.
"Secara mendasar, kami mendidik mereka tentang piagam konstitusi baru. Selain itu mencegah mereka salah mengerti oleh pihak lain soal konstitusi baru," kata juru bicara ISOC, Kolonel Thanathip Sawangsang kepada AFP kemarin.
Thailand bersiap menggelar referendum pertama konstitusi negeri itu pada 19 Agustus mendatang. Pemerintah yang mengambil kekuasaan lewat kudeta tak berdarah September tahun lalu mengatakan referendum itu sebagai langkah menuju pemilihan umum yang dijadwalkan sebelum akhir tahun ini. AFP/dwi arjanto
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
- Pria Ini Bergulat dengan Pithon Sepanjang 5,4 M
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau













